Skip to main content

from my hearth yang terjadi tanggal 11 Desember 2014


Aku tiba pada suatu titik dimana aku merasa benar benar di uji. Aku ibarat sebuah batu yang remuk menjadi butiran butiran pasir yang kehilangan titik dimana aku bisa semangat untuk hidup. Aku ingin tetap dapat bisa bernafas di kehidupan yang sempit ini. Aku ingin tetap,  ingin hidup di dunia yang kejam ini. Terkadang bahkan selalu semua yang Aku kerjakan semuanya salah. sejak awal aku memang semangat, penuh dengan semangat untuk mengejar berlian untuk kehidupanku kedepan, tapi entah merasa saat aku mulai bisa menikmatinya aku merasa bagai tahanan di dalam negeri khayalan, iya, bagai tahanan yang ingin keluar tapi masih ingin bertahan karena sesuatu alasan yang sangat sulit untuk kujabarkan

Mata ini mulai lelah untuk mengeluarkan butiran butiran air, entah mengapa, mengapa begini? disatu sisi aku merasa ini adalah ujian Tuhan untukku, tapi disisi lain aku merasa tak sanggup dengan semua ini.

Mengapa?? mengapa?? semuanya harus dinilai dalam bentuk cover saja, aku benci bahkan sangat benci dengan semua sandiwara ini, semua manusia yang ku kenal dariku kecil hingga aku menduduki sekolah menengah semuanya aku merasakan mereka penuh dengan ketulusan, tapi entah mengapa di tempat sekarang ini semuanya penuh dengan SANDIWARA.

dan satu hal yang ingin ku sampaikan mungkin  kalian hanya menilai seseorang dari bentuk luarnya saja, tapi penilaian ALLAH SWT kepada hambanya itu berdasarkan KETAKWAAN seorang hamba tersebut, yang akan menjadi bekal kita di peristiharatan terakhir kita, rumah kita di Akhirat nanntinya hanyalah amal ibadah kita, bukan segala-segala yang wow didiri kita, Ketahuilah wahai saudaraku ITU SEMUA HANYA TITIPAN :)

#Untuk yang telah menyadarkanku terima kasih banyak atas perkataan dan penghinaan yang secara halus :) 
Syukron jazakallah khairan katsira :)

Comments

Popular posts from this blog

A little about "Novel Ayah"

Assalamualaikum warohmatullah.... Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah yang memberi kesempatan untuk saya bisa kembali menulis blog lagi, dan shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada uswatun hasanah kita Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kepada keluarga beliau, sahabat dan orang orang yang terus berjuang hingga hari akhir. Nah, sekarang ini saya lagi mau bahas mengenai karya karya Pak Cik Andrea Hirata, dan kali ini mau bahas mengenai novel “ Ayah” karya Andrea Hirata. Okay , pertanyaan pertama saya mengapa Andrea Hirata mengambil judul tersebut? Nah setelah saya selesai membaca bukunya itu yang bisa saya simpulkan karena kemungkinan Andrea Hirata menganggumi sosok ayah dalam kehidupannya iya, kalian ingat dalam karya sebelumnya, Pak Cik sapaan akrab Andrea Hirata selalu menuliskan bahwa sosok ayahnya adalah sosok ayah juara satu seluruh dunia, dan pastinya kita juga pasti sangaat menyayangi, menganggumi Ayah kita juga kan, dan bersyukurlah kita masih memiliki ...

Syukur tiada henti

Assalamualaikum sobat blogger, Alhamdulillah masih bisa login ke alamat blogger ini, banyak banget tulisan yang nge draft hehe sangking lamanya gak nulis disini hehe...hari ini mencoba untuk memulai nulis lagi.. tapi random aja deh nulisnya yah.. bismillah Alhamdulillah, kalimat yang harusnya selalu diucapkan disetiap saat, Alhamdulillah for everything, Alhamdulillah atas seluruh nikmat yang Allah berikan, kalau bicara syukur rasanya tak akan habis habisnya kita untuk menuliskan segala nikmat yang Allah berikan, bahkan dalam Al-qur'an disebutkan walapun seluruh lautan di dunia ini dijadikan tinta untuk menuliskan seluruh nikmat Allah, pasti tak akan cukup untuk mendeskripsikan segala nikmat yang Allah berikan for example, satu contoh saja nih Nikmat penglihatan yang Allah berikan, kita bisa melihat indahnya dunia, indahnya mentari, indahnya langit, Maa Syaa Allah, dengan nikmat penglihatan yang Allah berikan kita bisa membaca, melihat Al-qur'anul karim, renungkanlah, banyak dis...

JENUH

J E N U H Ada saatnya dimana tingkat kejenuhan itu datang menyapa kita.. datang disaat kita yah sudah lelah dengan semua aktivitas yang itu itu saja melewati hari tanpa melakukan hal spesial atau hal bermanfaat pernahkah terpikir, sebenarnya "Jenuh" itu hal yang wajar yang kita rasakan sebagai manusia Kita Boleh Jenuh asal jangan terlalu berlarut jangan sampai kita terkalahkan oleh rasa jenuh itu dan membuat kita semakin tidak berkembang Maka, usirlah rasa jenuh itu dengan membuat pikiran pikiran yang positif dengan berikan ruang sejenak untuk hati kita kamu juga harus menyenangkan hati, berikan reward untuk dirikita itu yang biasa kulakukan...jika jenuh, biasa 1 hari itu ku habiskan untuk melakukan hal-hal yang buat hatiku senang setelah, keadaan sudah stabil, situasi hati sudah terkendali, maka kita akan lebih semangat lagi dalam menjalani hari hari so, untuk kalian yang lagi jenuh, silahkan berikan ruang sejenak untuk hatimu SEMANGAT..SEMANGAT...SEMANGAT Kamu harus ber...