Skip to main content

Semangkuk Bakmi Panas

hai,,, sore, i will to tell you about the story yang mengharukan. jujur aku baca ini, aku gak smpai nangis sih, cuma mataku aja bekaca-kaca. :D
langsung aja nih Baca ceritanya :


Semangkuk Bakmi Panas :"(

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. 

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai. “tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU?? APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?
HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DI DALAM TUHAN.

Comments

Popular posts from this blog

A little about "Novel Ayah"

Assalamualaikum warohmatullah.... Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah yang memberi kesempatan untuk saya bisa kembali menulis blog lagi, dan shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada uswatun hasanah kita Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam kepada keluarga beliau, sahabat dan orang orang yang terus berjuang hingga hari akhir. Nah, sekarang ini saya lagi mau bahas mengenai karya karya Pak Cik Andrea Hirata, dan kali ini mau bahas mengenai novel “ Ayah” karya Andrea Hirata. Okay , pertanyaan pertama saya mengapa Andrea Hirata mengambil judul tersebut? Nah setelah saya selesai membaca bukunya itu yang bisa saya simpulkan karena kemungkinan Andrea Hirata menganggumi sosok ayah dalam kehidupannya iya, kalian ingat dalam karya sebelumnya, Pak Cik sapaan akrab Andrea Hirata selalu menuliskan bahwa sosok ayahnya adalah sosok ayah juara satu seluruh dunia, dan pastinya kita juga pasti sangaat menyayangi, menganggumi Ayah kita juga kan, dan bersyukurlah kita masih memiliki ...

Syukur tiada henti

Assalamualaikum sobat blogger, Alhamdulillah masih bisa login ke alamat blogger ini, banyak banget tulisan yang nge draft hehe sangking lamanya gak nulis disini hehe...hari ini mencoba untuk memulai nulis lagi.. tapi random aja deh nulisnya yah.. bismillah Alhamdulillah, kalimat yang harusnya selalu diucapkan disetiap saat, Alhamdulillah for everything, Alhamdulillah atas seluruh nikmat yang Allah berikan, kalau bicara syukur rasanya tak akan habis habisnya kita untuk menuliskan segala nikmat yang Allah berikan, bahkan dalam Al-qur'an disebutkan walapun seluruh lautan di dunia ini dijadikan tinta untuk menuliskan seluruh nikmat Allah, pasti tak akan cukup untuk mendeskripsikan segala nikmat yang Allah berikan for example, satu contoh saja nih Nikmat penglihatan yang Allah berikan, kita bisa melihat indahnya dunia, indahnya mentari, indahnya langit, Maa Syaa Allah, dengan nikmat penglihatan yang Allah berikan kita bisa membaca, melihat Al-qur'anul karim, renungkanlah, banyak dis...

JENUH

J E N U H Ada saatnya dimana tingkat kejenuhan itu datang menyapa kita.. datang disaat kita yah sudah lelah dengan semua aktivitas yang itu itu saja melewati hari tanpa melakukan hal spesial atau hal bermanfaat pernahkah terpikir, sebenarnya "Jenuh" itu hal yang wajar yang kita rasakan sebagai manusia Kita Boleh Jenuh asal jangan terlalu berlarut jangan sampai kita terkalahkan oleh rasa jenuh itu dan membuat kita semakin tidak berkembang Maka, usirlah rasa jenuh itu dengan membuat pikiran pikiran yang positif dengan berikan ruang sejenak untuk hati kita kamu juga harus menyenangkan hati, berikan reward untuk dirikita itu yang biasa kulakukan...jika jenuh, biasa 1 hari itu ku habiskan untuk melakukan hal-hal yang buat hatiku senang setelah, keadaan sudah stabil, situasi hati sudah terkendali, maka kita akan lebih semangat lagi dalam menjalani hari hari so, untuk kalian yang lagi jenuh, silahkan berikan ruang sejenak untuk hatimu SEMANGAT..SEMANGAT...SEMANGAT Kamu harus ber...